• Sertifikat Akreditasi Unggul S1 Teknik Mesin 2020-2025

 

Mei 2022
S S R K J S M
« Feb    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Sejarah Teknik Mesin USU

Pada tahun 1962 Pimpinan Fakultas/Universitas menugaskan beberapa orang untuk menjajaki Pengembangan dan Perluasan sistem Pendidikan pada Fakultas Teknik USU (Fakultas Teknik USU didirikan pada tahun 1959 dengan surat keputusan Menteri Muda Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 83303/S tanggal 26 Agustus 1959). Hal ini dilakukan karena tingkat kebutuhan yang mendesak akan Sarjana Teknik Mesin secara Regional dan Nasional. Pada bulan Juli 1962, melalui Sekretaris Fakultas (Prof. A. T. Barus, M.Sc.), Pimpinan Fakultas Teknik menerbitkan surat keputusan dan sekaligus membentuk sebuah Tim Persiapan Pembukaan Jurusan Mesin pada Fakultas Teknik USU. Hingga pada tahun 1970, program studi Teknik Mesin pertama kali meluluskan sarjana bergelar Insinyur dengan alumni pertama bernama Muhammad Nur Abdullah.

Visi dan Misi

VISI

Menjadi program studi Teknik Mesin berdaya saing internasional yang memiliki keunggulan akademik berciri kekayaan lokal

MISI

  1. Menciptakan iklim akademik yang kondusif dalam mencapai proses belajar-mengajar, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
  2. Menyediakan program pendidikan tinggi Teknik Mesin dengan kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) untuk menghasilkan lulusan yang unggul serta mampu menjawab tuntutan pasar kerja, nasional dan internasional dan atau mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
  3. Memacu dan membudayakan aktivitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat melalui kompetensi pemenuhan dana hibah pada level daerah, nasional, serta internasional.

Tujuan

  1. Menghasilkan sarjana teknik mesin yang mampu dengan cepat dan mandiri mengembangkan kompetensi yang dimilikinya untuk menjadi profesional sebagai kontraktor, konsultan, enterpreneur, wirausaha, dan manajer atau menjadi akademisi yang mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
  2. Membentuk sivitas akademika yang memiliki budaya penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berciri kekayaan lokal untuk menjadi keunggulan akademik yang bertaraf internasional.
  3. Mewujudkan kemandirian yang adaptif, kreatif, dan proaktif terhadap tuntutan masyarakat dan tantangan pembangunan, baik secara nasional maupun secara internasional.